Tirtapena - Knowledge Management


Berita Utama
Monday, 06 September 2010
Masuk
Sajian Utama
Berita Utama
Depan
Forum
Kontak
Milis Tirtapena
Buku Tamu
Link Sahabat
Download Tutorial
Artikel Kita
Sumber Daya Air
Sumber Daya Manusia
Manajemen
Keuangan
Hukum
Gaya Hidup
Rohani
Info Sehat
Tips
Serba-serbi
Buletin Warta Jasa Tirta I
Liputan
Liputan Internal
Liputan Luar
Warta Divisi
DJA I
DJA II
DJA III
DJA IV
DJA V
DJA VI
DJA VII
Profil
Advertisement
 
 
 
Klik untuk Slip Gaji
 Sulaiman
 Dwi Mihayanto, ST
 Lukman Hakim, A.Md
 Suprapto
 Witono
 Eko Wahyu Pambudi
 Ir. Sunu Suprapto, MM.
 Ainur Rokhim
 Muhaimin
 Suyono

Berita Utama
Ngerokok antara Ya dan Tidak Cetak E-mail
Ditulis oleh Abdul Cholik, S.S.   
Sunday, 20 July 2008

Ngerokok antara Ya dan Tidak            

 

     paru-paru   rokok   paru-paru

Rokok, entah sejak kapan diperkenalkannya, sudah menjadi bahan pembicaraan yang tak pernah basi. Keberadaannya di hati para penggemarnya sudah menempati posisi tertentu dalam kehidupan mereka. Bagi para fan dan penikmat sejatinya, katanya, rokok ibarat istri bagi seorang suami. Bahkan beberapa oran bependapat lebih baik makan daripada tidak ngerokok seharian. Di bulan Ramadhan, beberapa penggemar rokok lebih senang berbuka dan bersahur dengan rokok. Tak terkecuali bagi para pegawai, sambil menyelesaikan tugas, biasanya tangan kanan tak bisa dilepaskan dari memegang rokok, biar lebih bisa fokus katanya. Tukang ronda biasanya juga selalu ditemani dengan lintingan rokok bermerk kesayangannya selain kopi dan singkong goreng anget. Para tukang bangunann pun selalu menyelipkan selinting rokok di telinga kanannya. Bahkan para pengamen jalanan atau di dalam bus, sering kita kasih rokok kalau kita tidak punya uang receh.

Itulah rokok. Dari lapisan paling bawah sampai level tertinggi dalam tatanan sosial kita, tidak terpisahkan dari rokok. Kendurenan tanpa rokok, seperti kurang lengkap. Jagongan, cangkrukan, bahkan kadang rapat RT pun (katanya) kadang kurang sempurna tanpa rokok. Karena itulah, para produsen rokok takkan menyia-nyiakan kenyataan ini. 






Terakhir Diperbaharui ( Tuesday, 22 July 2008 )
Baca lebih lanjut...
 
Pentingnya Ilmu Hukum Keairan Cetak E-mail
Ditulis oleh Achmad Yunus   
Wednesday, 16 July 2008

Regulasi di bidang keairan di Indonesia tidaklah dapat kita katakan cukup untuk melindungi kelangsungan air. Dalam disiplin ilmu hukum, terdapat berbagai macam spesifikasi ilmu hukum seperti : hukum maritim, hukum udara dan angkasa, hukum tanah (agraria), hukum tata ruang dan sebagainya. Masing-masing menyebut “obyek” yang akan dipelajari seperti hukum tanah pasti belajar tentang aturan-aturan pertanahan. Namun dari pengembangan ilmu hukum tersebut kita belum menemukan adanya hukum air (keairan), padahal menurut tingkat kebutuhan, air tak kalah pentingnya dari yang lainnya

Terakhir Diperbaharui ( Wednesday, 16 July 2008 )
Baca lebih lanjut...
 
Apa yang kita perlu tahu tentang enzim Cetak E-mail
Ditulis oleh Ir. Syamsul Bachri, Dipl.PH   
Tuesday, 15 July 2008

Enzim adalah satu atau beberapa gugus polipeptida (protein) yang berfungsi sebagai katalis (senyawa yang mempercepat proses reaksi tanpa habis bereaksi) dalam suatu reaksi kimia. Enzim bekerja dengan cara menempel pada permukaan molekul zat-zat yang bereaksi dan dengan demikian mempercepat proses reaksi. Percepatan terjadi karena enzim menurunkan energi pengaktifan yang dengan sendirinya akan mempermudah terjadinya reaksi. Sebagian besar enzim bekerja secara khas, yang artinya setiap jenis enzim hanya dapat bekerja pada satu macam senyawa atau reaksi kimia. Hal ini disebabkan perbedaan struktur kimia tiap enzim yang bersifat tetap. Sebagai contoh, enzim α-amilase hanya dapat digunakan pada proses perombakan pati menjadi glukosa.

Terakhir Diperbaharui ( Tuesday, 15 July 2008 )
Baca lebih lanjut...
 
Awas, Kekeringan Dimana-mana Cetak E-mail
Ditulis oleh Abdul Cholik, S.S.   
Thursday, 10 July 2008

Awas, Kekeringan Dimana-mana

 

Siang tadi, ketika menonton televisi, (entah saya lupa nama programnya), sang pemandu acara menyapa penonton, “Panas-panas begini, enaknya makan apa ya? Makan rujak,..” Dan bla, bla, bla. Saya sempat teringat dengan perut saya yang keroncongan saat itu, namun saya lebih banyak teringat keadaan kamar saya yang kalau malam dingin sekali udaranya, dan kalau siang panas sekali. Maklum, kamar saya berada di lantai dua, lantai teratas. Walau jendela sudah dibuka lebar-lebar, pas waktunya bangun tidur siang, badan terasa kurang fit, karena selama tidur, saya seringnya terbangun karena kepanasan Yah, mau apa lagi. Sekarang mah cuacanya kadang sulit ditebak. Khususnya di daerah Malang. Sebentar-sebentar mendung, setelah itu panas lagi. Namanya aja musim kemarau. Pastinya cuacanya panas lah, banyak debu beterbangan, tak terkecuali sumur-sumur mulai kering. Tak heran para penjual es sekarang sudah mulai panen untung, dan orang-orang pada sakit batuk, mungkin alergi debu.

Tapi, cerita “duka” karena musim kemarau tahun ini bukan hanya terjadi di kamar saya. Jika kita menengok keluar jendela kehidupan kita, justru lebih banyak duka (yang ini beneran duka) yang terjadi di belahan bumi Jawa Timur ini. Tentunya kita gak harus keliling toh untuk sekedar tahu apa yang mereka alami. Cukup tongkrongin TV (asal jangan melulu infotainment), baca koran, atau browsing internet, kita akan cukup banyak disuguhi beberapa berita tentang kekeringan dimana-mana.

Setidaknya warga dari empat kecamatan di Kabupaten Madiun, bulan Juni kemarin mulai menjerit. Pasalnya, air waduk Dawuhan yang menjadi tumpuan harapan mereka untuk mengairi persawahan mereka sudah susut lima puluh persen. Dengan terpaksa, mereka pun harus mengorek kantong lebih dalam untuk membeli solar sebagai bahan bakar mesin pompa yang mereka sewa untuk mengairi sawah mereka. Itu harus mereka lakukan daripada mengahadapi kerugian lebih banyak jika sawah mereka tidak diairi.

 

Terakhir Diperbaharui ( Tuesday, 22 July 2008 )
Baca lebih lanjut...
 
Hemat Energi Itu Untuk Anda Juga Cetak E-mail
Ditulis oleh Abdul Cholik, S.S.   
Tuesday, 08 July 2008

Hemat Energi Itu Untuk Anda Juga 

Kita semua ikut berperan dalam penghematan energi

            Manusia dari zaman purbakala, sebagai makhluk hidup, untuk memenuhi segala kebutuhannya pastinya membutuhkan energi. Dimulai dari asupan air, makanan hasil bumi, sampai ngemil pun sebenarnya adalah sebuah kebutuhan yang tidak bisa diabaikan agar kehidupan mereka bisa berlangsung terus.

            Kebutuhan akan energi bukan kebutuhan manusia zaman batu saja, manusia zaman modern pun tidak kalah butuhnya. Alih-alih berkurang, manusia modern justru membutuhkan lebih banyak energi dalam berbagai macam bentuknya. Semasa eyang dan kakung kita masih hidup, kebutuhan akan energi listrik mungkin hanya untuk mendengarkan radio yang memakai elemen kering, dan sebagainya, yang sebatas hanya kebutuhan yang kecil-kecil saja. Namun, kita bsia melihat perbedaanya di zaman sekarang. Tatkala pergaulan dunia global semakin luas, dibutuhkan segala sarana dan prasarana yang bisa menunjang kelancaran pergaulan antar personal, lembaga, institusi dan negara di seluruh dunia. Tak heran, kita sekarang butuh internet, komputer, faks, telepon untuk memudahkan komunikasi dan agar arus pertukaran informasi bisa berlangsung dengan cepat dan mudah.

Terakhir Diperbaharui ( Thursday, 10 July 2008 )
Baca lebih lanjut...
 
<< Mulai < Sebelumnya 1 2 3 4 5 Berikutnya > Akhir >>

Hasil 37 - 43 dari 43
Design by Joomlateam.com | Powered by Joomlapixel.com | 1 | 2 | 3 | 4 | 5 | 6 | 7 | 8 | 9 | 10 | 11 | 12 | 13 |