Jawa Tengah Fair tahun ini telah suksesdiselenggarakan kembali mulai tanggal 24 Juli hingga 18 Agustus 2009 di kawasanPRPP Tawangsari, Semarang.Dalam pameran yang mengusung tema Menampilkan Produk Unggulan yang Inovatif danRamah Lingkungan (Go Green Bali Ndeso Mbangun Deso) ini disediakan sekitar 8area pameran (Bale Merapi, Bale Merbabu, Bale Sindoro, Bale Sumbing, Bianglala,Sasana, Gazebo, Pelataran) dengan total sekitar 535 stand yang kesemuanya difasilitaskanuntuk berbagai kalangan semisal dari instansi pemerintah, dinas, swasta, bank,BUMN, BUMD, pariwisata serta stand-stand kerajinan dan kuliner dari berbagaikota dan desa se-Jawa Tengah. Tak ayal, pameran ini bisa menyerap sebanyakempat juta tenaga kerja secara langsung.
JasaTirta I Unjuk Gigi di Jawa Timur Festival 2009
Gempuran produk luarnegeri sebagai imbas dari perdagangan bebas, turut memberikan tekanan kepadakemunculan produk lokal. Jika hal ini disikapi dengan bijak, tekanan ini bisamemacu peningkatan kinerja, kreatifitas dan produktifitas unit usaha yangdikelola masyarakat. Namun, ada kendala yang dihadapi beberapa unit UKM (UsahaKecil Menengah) yang membutuhkan rangkulan tangan dari pemerintah dan unsurmasyarakat yang lain agar setidaknya produk yang mereka hasilkan bisa dikenalmasyarakat luas.
Kali Surabaya merupakan salah satu sungai yangdigunakan para masyarakat disekitarnya. Namun, seiring arus pergerakanmodernisasi di negara-negara berkembang yang cenderung tidak diiringi dengan meningkatnyakesadaran masyarakat akan konservasi lingkungan hidup, menjadikan Kali Surabayatak bisa lepas dari permasalahan lingkungan semenjak tahun 1975. Pencemaran lingkungandari limbah-limbah rumah tangga dan industri kerap menjadi penghias berita massmedia di Jawa Timur. Masalah ini semakin parah saat debit air menurun di musimkemarau. Padahal Kali Surabaya, yang merupakan anak Sungai Brantas dan berhuludari Pintu Air Mlirip ini, adalah salah satu urat nadi perkembanganperekonomian dan kehidupan warga Jawa Timur, khususnya masyarakat Surabaya dansekitarnya.
Sungai Brantas merupakan urat nadi kehidupanbeberapa kota di Jawa Timur yaitu, Malang, Blitar, Kediri,Jombang, Mojokerto, dan Surabaya.Sungai ini dimanfaatkan secara luas oleh masyarakat untuk industri, terutamairigasi. Namun, saat ini keadaannya sangatlah mengkhawatirkan. Hal initerungkap dalam acara Kembang Metropolis yang ditayangkan oleh JTV Rabu, 24Juni 2009 yang lalu. Acara ini menghadirkan tiga orang narasumber yaitu, Ir.Dewi J. Putriatni, M.Sc, Kepala Badan Lingkungan Hidup Propinsi Jawa Timur, Ir.Made Sumiarsih, M.Eng, Kepala Bidang Pelaksana Jaringan Sumber Daya Air, BalaiBesar Wilayah Sungai Brantas, dan Ir. Vonny C. Setiawati, M.T Sekretaris PerumJasa Tirta 1.
Sawasdee Krub, selamat berjumpa. Itulah sapaankhas Thailandyang terlontar tiap kali seorang bertemu dengan yang lain. Selama lima hari, tanggal 27-31Juli 2009 lalu, Perum Jasa Tirta I telah berkesempatan mengunjungi negeri yangterkenal dengan gajah dan hasil bumi, khususnya produk buah-buahan itu.