Tutorial Menyimpan Gambar-gambar Penginderaan Via Google Earth
Pembaca pasti sudah tahu seperti apa atau apa Google Earth itu? Namun saya yakin tidak semuanya tahu bagaimana cara menyimpan gambar-gambar hasil penginderaan darinya. Umumnya dalam Google Earth sendiri, saat pembaca browsing, di dalam sudah disediakan menu untuk menyimpan gambar-gmbar tersebut. Namun, karena ekstensi ile yang dihasilkan berformat ml, dan kmz, kita harus mempunyai software yang membisa membuka file yang berformat dua ekstensi tersebut, atau kita harus menginstall Google Earth dulu dlam komputer diman kita akan membuka file tadi. Masalahnya adalah jika kita tidak mempunyai Google Earth kita, atau kita browsing GE di warnet, dan ingin memukanya di laptop atau PC yang tidak terkoneksi internet, membuka file dengan 2 format ekstensi tadi, bisa menjadi sulit. Solusinya adalah, kia pakai trik presentasi slide menggunakan Mc. PowerPoint. Bagaimanakah caranya? ….
Berikut ini adalah link-link tutorial dalam format pdf yang bisa Anda download. Klik kanan tutorial yang Anda inginkan, lalu klik menu "Save Target As" (jika Anda menggunakan Browser Internet Explorer), atau klik menu "Save Link As" jika Anda menggunakan kemudian Browser Firefox. Setelah itu simpan di hardisk komputer. Kemudian silahkan buka file yang sudah Anda download tadi. Jangan menggunakan klik kiri, untuk mempersepat loading browser Anda.
Setelah kemarau panjang tahun ini, beberapa hari terakhir orang-orang mulai gelagapan saat tiba-tiba hujan, karena jemuran yang belum dientas, jika terlambat sedikit saja, jemurannya bisa basah kehujanan. Ada juga yang terkena batuk flu, ngreges masuk angin. Bagi beberapa orang yang belum mempersiapkannya, cukup pusing juga. Gimana enggak, pas di tengah perjalanan hujan datang, jas hujan tidak bawa, apalagi payung, Beribet kan?
Menulis (Jurnalistik/Ilmiah) bagi sebagian orang merupakan pekerjaan yang membosankan, namun tidak demikian bagi orang yang suka menulis. Saya mendapatkan kesempatan untuk mengikuti Pelatihan Jurnalistik Media/Instansi & Perusahaan yang diselenggarakan oleh Immedia Profesional pada tanggal 23-25 Juli 2008 di Grand Preanger Hotel, Bandung-Jawa Barat. Berikut ringkasan sebagian kecil materi pelatihan yang penulis sampaikan dengan gaya bercerita subjek "saya"
Dalam dunia ini, sepertinya hampir tidak ada hal yang tidak mungkin, nothing's impossible. Termasuk jika Anda mau berhenti merokok. Mumpung masih belum terlambat. Mumpung dunia bagi Anda sekarang masih terlihat indah dan begitu menyemangati Anda untuk berjuang demi kebaikan banyak orang termasuk diri Anda. Jika waktu berkehendak lain, ketika Anda sakit, harta yang Anda kumpulkan, kesuksesan-kesuksesan yang Anda raih akan kurang bisa Anda nikmati. Lha, gimana Anda bisa menikmati laptop yang baru Anda beli kemarinnya, kalau Anda lagi opname di Rumah Sakit? Gimana Anda bisa menikmati bulan madu dengan istri, lha kalau malam pertama saja, harus nginep di ICU?
Kesehatan itu mahal, kata orang. Taruhlah kita menghabiskan tujuh ribuan setiap harinya untuk satu bungkus rokok yang kita hisap. Seminggu Rp. 49.000,- sebulan Rp. 196.000,- setahun Rp. 784.000, dan dalam waktu dua puluh tahun anggaran untuk rokok Anda adalah Rp. 15.680.000,- (ini tanpa memperhitungkan presentase kenaikan harga rokok tiap tahunnya). Tapi, jika setelah dua puluh tahun sejak Anda merokok pertama kalinya Anda sakit misalnya, tentu saja lima belas jutaan saja sepertinya masih kurang untuk menyembuhkan Anda. Untuk beli obat, operasi, kemoterapi, bayar kamar di Rumah Sakit bisa Anda hitung sendiri berapa habisnya. Ini dari hitung-hitungan materi. Belum ketika putra-putri beserta istri tercinta Anda sangat membutuhkan seorang suami dan ayah yang sangat mereka sayangi. Mereka akan kehilangan sosok pelindung dan pahlawan keluarga mereka. Teman-teman sekantor yang sangat kompak bekerja dengan Anda, para kolega, sanak-kerabat, dan para sahabat Anda akan sangat kehilangan semangat kebersamaan yang sudah terjalin sejak lama. Semua itu karena satu hal, Anda harus “sekolah” (berobat) di Rumah Sakit dulu.