Tirtapena - Knowledge Management


Berita Utama arrow Info Sehat
Sunday, 05 September 2010
Masuk
Sajian Utama
Berita Utama
Depan
Forum
Kontak
Milis Tirtapena
Buku Tamu
Link Sahabat
Download Tutorial
Artikel Kita
Sumber Daya Air
Sumber Daya Manusia
Manajemen
Keuangan
Hukum
Gaya Hidup
Rohani
Info Sehat
Tips
Serba-serbi
Buletin Warta Jasa Tirta I
Liputan
Liputan Internal
Liputan Luar
Warta Divisi
DJA I
DJA II
DJA III
DJA IV
DJA V
DJA VI
DJA VII
Profil
Klik untuk Slip Gaji
 Ign. Heru Suwarsi, BE
 Muliati
 Gunawi
 Puguh Jadi Santoso
 Mito
 Sukartana
 Ach. Zaelani
 Heri Sulistyono
 Misni
 Karyono, Amd
Info Sehat
Jangan Biarkan Penglihatanmu Lenyap Saat Kau Bertambah Tua! Cetak E-mail
 
Written by Abdul Choli, S.S. (Terjemahan), on 29-06-2009 20:26

Jangan Biarkan Penglihatanmu Lenyap Saat Kau Bertambah Tua!

Oleh:  Michael Cutler, MD

 

Menurut American Macular Degeneration Foundation/AMDF, ada sekitar 20.000 kasus kemunduran fungsi macula mata di AS setiap tahunnya dengan lebih dari satu juta penderita.1 Age-Related Macular Degeneration (AMD) atau Kerusakan Macula karena pertambahan usia adalah sebuah nama untuk sekelompok penyakit yang menyebabkan sel-sel penglihatan di daerah macula retina tidak berfungsi dengan baik atau kehilangan fungsinya.


Tidur yang Belum Tentu Enak Cetak E-mail
Terakhir Diperbaharui ( Friday, 30 January 2009 )
 
Written by Abdul Cholik, S.S., on 14-01-2009 17:38

            Tidur merupakan sebuah fenomena hukum alam yang terjadi secara alami dalam diri manusia diri kita. Tak perlu dipungkiri, tidur sering menjadi sisi tak terlepaskan dalam kehidupan seseorang. Kita tentunya masih ingat, saat terlambat datang sekolah dulu, entah disengaja atau tidak, kita sering bilang, "Maaf, Bu, saya ketiduran," sebagai alasan. Kadang sedikit ditambahi pemanis alasan, "Tadi malam disuruh orang tua mijitin'". Saat mendengarkan khutbah pun, tak jarang kita khusu' menyimak, bahkan saking khusu'nya kita terlena dan terbawa ke alam tidur. Tak terkecuali sehabis ngelembur mengerjakan pekerjaan di kantor, kita tak pernah lupa menambahkah jam lembur kita di rumah, tidur. Orang-orang desa di kampung saya, bahakan tak jauh beda dengan masyarakat perkotaan, sehabis shubuh di bulan Ramadlan, jarang absen untuk melengkapi jadwal kegiatan hariannya untuk tidur dulu. Alasanhya sih klasik, "Tidurnya orang puasa adalah ibadah" - (Untung saja mereka tidak menganggap ibadahnya orang puasa adalah tidur). Sedangkan rekan-rekan kerja sekantor saya sering terlihat tidur siang saat istirahat makan siang. Kalau saya pribadi sih, bila stress, atau jenuh, sering kali "opname" di kamar dan, tidur.


Ngerokok antara Ya dan Tidak Cetak E-mail
Terakhir Diperbaharui ( Tuesday, 22 July 2008 )
 
Written by Abdul Cholik, S.S., on 20-07-2008 14:24

Ngerokok antara Ya dan Tidak            

 

     paru-paru   rokok   paru-paru

Rokok, entah sejak kapan diperkenalkannya, sudah menjadi bahan pembicaraan yang tak pernah basi. Keberadaannya di hati para penggemarnya sudah menempati posisi tertentu dalam kehidupan mereka. Bagi para fan dan penikmat sejatinya, katanya, rokok ibarat istri bagi seorang suami. Bahkan beberapa oran bependapat lebih baik makan daripada tidak ngerokok seharian. Di bulan Ramadhan, beberapa penggemar rokok lebih senang berbuka dan bersahur dengan rokok. Tak terkecuali bagi para pegawai, sambil menyelesaikan tugas, biasanya tangan kanan tak bisa dilepaskan dari memegang rokok, biar lebih bisa fokus katanya. Tukang ronda biasanya juga selalu ditemani dengan lintingan rokok bermerk kesayangannya selain kopi dan singkong goreng anget. Para tukang bangunann pun selalu menyelipkan selinting rokok di telinga kanannya. Bahkan para pengamen jalanan atau di dalam bus, sering kita kasih rokok kalau kita tidak punya uang receh.

Itulah rokok. Dari lapisan paling bawah sampai level tertinggi dalam tatanan sosial kita, tidak terpisahkan dari rokok. Kendurenan tanpa rokok, seperti kurang lengkap. Jagongan, cangkrukan, bahkan kadang rapat RT pun (katanya) kadang kurang sempurna tanpa rokok. Karena itulah, para produsen rokok takkan menyia-nyiakan kenyataan ini. 






Apa yang kita perlu tahu tentang enzim Cetak E-mail
Terakhir Diperbaharui ( Tuesday, 15 July 2008 )
 
Written by Ir. Syamsul Bachri, Dipl.PH, on 15-07-2008 16:37

Enzim adalah satu atau beberapa gugus polipeptida (protein) yang berfungsi sebagai katalis (senyawa yang mempercepat proses reaksi tanpa habis bereaksi) dalam suatu reaksi kimia. Enzim bekerja dengan cara menempel pada permukaan molekul zat-zat yang bereaksi dan dengan demikian mempercepat proses reaksi. Percepatan terjadi karena enzim menurunkan energi pengaktifan yang dengan sendirinya akan mempermudah terjadinya reaksi. Sebagian besar enzim bekerja secara khas, yang artinya setiap jenis enzim hanya dapat bekerja pada satu macam senyawa atau reaksi kimia. Hal ini disebabkan perbedaan struktur kimia tiap enzim yang bersifat tetap. Sebagai contoh, enzim α-amilase hanya dapat digunakan pada proses perombakan pati menjadi glukosa.


Mas Rohadi
Admin
Artikel Terbaru
Diskusi Terhangat
Intip Situs
Perum Jasa Tirta 1
Blog Tirtapena
Pojok Galeri
Jasatirta Punya Video
Jasatirta Punya Foto
Video Punya Tirtapena
Foto Punya Tirtapena
Design by Joomlateam.com | Powered by Joomlapixel.com | 1 | 2 | 3 | 4 | 5 | 6 | 7 | 8 | 9 | 10 | 11 | 12 | 13 |